✔11+ Aturan Komposisi Fotografi yang Wajib Dilanggar

komposisi-fotografi-kamera
Kamera | pixabay.com

Sebagai seorang fotografer harus mengetahui teknik komposisi fotografi yang baik. Jika komposisi fotonya buruk maka akan membuat subjek yang fantastis menjadi terlihat biasa-biasa saja.

Namun jika momen yang dipotret dengan komposisi fotografi yang baik dapat menciptakan gambar yang indah dari momen yang biasa sekalipun.

Keharmonisan dari beragam elemen pendukung foto dengan meletakkan komposisi tepat pada kondisi dan tempatnya sehingga pas dan sedang dipandang itulah Komposisi Fotografi.

Sebenarnya komposisi fotografi seperti halnya cabang seni apapun yang diibaratkan selera terhadap makanan, semua itu tergantung dari preferensi setiap orang.

Jadi sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalam melakukan teknik komposisi fotografi. Bahkan fotografer terkenal Steve McCury berkata bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif, aturan yang ada malah harus dilanggar.

Dari hal tersebut, maka dalam artikel ini terangkum secara jelas 11 ‘komposisi fotografi’ yang boleh kamu langgar untuk bisa menghasilkan foto yang biasa saja menjadi menakjubkan.

komposisi kamera fotografi
Kamera, Lampu | pixabay.com

Dalam artian mengembangkan teknik tersebut dengan mempadupadankannya.

Sebelum memulai  Ingat satu hal yang pasti jangan anggap bahwa Kamu harus mengingat setiap aturan komposisi ini dan menerapkannya pada setiap foto yang Kamu ambil.

Sebaliknya, luangkanlah sedikit waktu untuk melatih setiap aturan komposisi fotografi tersebut secara bergiliran sehingga kamu terbiasa dan menguasainya dengan mudah.

Kamu bisa mempraktekan teknik komposisi ini saat sedang bepergian dengan kameramu. Kamu akan menemukan berbagai situasi atau momen di mana komposisi yang berbeda dapat diterapkan untuk mendapatkan efek yang terbaik.

Komposisi Fotografi Terbaik Tidak Harus Rumit

komposisi foto photographer cilik
Fotografer Cilik | pixabay.com

Untuk menerapkan Komposisi fotografi yang menghasilkan foto yang amazing tidak harus rumit.

Banyak macam teori tentang komposisi fotografi misalnya ‘Rule of Thirds‘ dan ‘Golden Mean‘ yang lebih kompleks (rumit).

Tetapi jika Kamu terlalu memperhatikan formula yang kaku, foto kamu akan kehilangan kenaturalannya.

Di luar dari beragam teori yang ada, kamu akan dipertemukan dengan beragam subjek dan momen, dan ini membutuhkan pendekatan yang lebih terbuka.

Komposisi yang berfungsi untuk sebuah foto belum tentu akan selalu berhasil untuk momen foto yang lain.

Kuncinya adalah memahami bagaimana menentukan komposisi yang tepat sehingga dapat memengaruhi sudut pandang orang lain terhadap foto kamu.

Cara kamu mengambil sebuah foto dan dari mana kamu menentukan fokus serta posisi objek, dapat menimbulkan berbagai perbedaan.

Pengetahuan teknis adalah hal yang sangat penting dalam fotografi, itu sudah pasti karena akan memengaruhi aspek komposisi foto.

Tetapi untuk memotret dengan hebat kamu juga harus memiliki pengetahuan visual seperti yang dilansir dari Petapixel. Berikut ini adalah 11 Aturan Komposisi Foto yang harus diperhatikan.

#1. Berkreasi dengan Warna

komposisi fotografi kreasi warna
Dinding | pixabay.com

Warna adalah faktor keindahan utama dalam sebuah foto, tentunya jika warna yang diambil menggunakan komposisi yang pas.

Seperti jika memadukan warna primer yang cerah dengan warna umum lainnya akan sangat menarik perhatian.

Salah satu tekniknya dengan cara memasukkan percikan warna terang ke latar belakang monokromatik untuk menciptakan kontras warna.

Kamu tidak perlu membuat gambar yang mencolok dengan menggunakan kontras warna yang kuat.

Biasanya momen yang hampir keseluruhan gambarnya terdiri dari satu warna merupakan komposisi warna yang efektif.

Selain itu penggunaan palet warna yang terbatas serta harmonis, seperti foto landscape dengan pencahayaan yang sendu, sering menghasilkan gambar yang epic.

Kunci dalam komposisi warna adalah selektif dalam mengisolasi dan membingkai subjek untuk mengecualikan warna yang tidak diinginkan.

Teknik Komposisi Warna

Studi kasus dari foto diatas, 
Ambilah gambar yang abstrak dari paduan warna yang kontras, seperti berikut ini.

  1. Biru dan kuning bisa juga oranye dikenal sebagai warna bebas yang dapat menghasilkan kontras yang jelas.
  2. Framing (pembingkaian gambar) sangat penting dalam pemaduan kontras warna.
  3. Dengan komposisi off-center, dinding oranye benar-benar mendominasi

#2. Background

komposisi fotografi background
Bunga | pixabay.com

Jangan sampai terlalu berfokus pada subjek saja, lihatlah apa yang ada di belakang subjek tersebut.

Hal ini berhubungan dengan penyederhanaan momen dalam foto, yang biasanya tidak dapat mengabaikan latar belakang (background) sepenuhnya, tapi tentu saja background masih dapat disiasati.

Kadang kamu berfikir bahwa mengubah posisi sudah cukup untuk menggantikan background yang berantakan dengan objek foto.

Siasat lainnya dengan menggunakan Lensa yang aperture-nya lebar dan panjang serta fokus yang lebih panjang untuk mengabaikan latar belakang.

Sebenarnya semua itu tergantung terhadap makna dari foto yang diambil, apakah background merupakan bagian dari makna foto tersebut atau tidak sama sekali. Dalam contoh gambar di atas, background merupakan kesatuan objek untuk menyampaikan makna foto.

Teknik Komposisi Background
Untuk mendukung foto yang bagus perlu pengambilan latar belakang yang benar, berikut tekniknya

  1. Gunakan focal length yang panjang dan apertur lensa yang lebar untuk menjauhkan backgroud dari fokus sehingga background menjadi blur
  2. Penuhi frame dengan objek – semakin sedikit background yang diambil maka semakin baik.
  3. Tentukan angle kamera dengan hati-hati, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap background.

#3. Beri Ruang untuk Bergerak

komposisi fotografi ruang kosong
Balap Mobil | pixabay.com

Foto memang statis, namun foto masih bisa menunjukkan kesan bergerak yang kuat.

Terkadang ketika kita melihat gambar, kita merasakan gerakan yang terjadi pada gambar tersebut. Jika tidak ada ruang yang cukup untuk objek maka hal ini akan menciptakan perasaan ketidaknyamanan.

Hal ini tidak hanya berlaku pada subjek yang bergerak subjek yang diampun bisa.

Semisal sebuah foto dengan objek orang yang seddang memandang sesuatu maka didalam foto membutuhkan sebuah area untuk dipandang sehingga maknanya tersampaikan.

Untuk kedua jenis bidikan, maka, harus selalu ada lebih banyak ruang di depan subjek daripada di belakangnya.

Dari studi kasus foto diatas,
Posisi mobil bukanlah kebetulan

  1. Mobil yang melaju ini membutuhkan ruang untuk bergerak, atau hasil foto tidak sesuai.
  2. Perhatikan garis-garis kuat yang ada di jalan maka akan memperjelas kesan bergerak
  3. Fotografer mengkombinasikan kemiringan untuk memberikan kesan diagonal yang kuat

#4. Memanfaatkan Kemiringan

komposisi fotografi diagonal
Masjid | pixabay.com

Garis horizontal memberikan kesan statis dan tenang pada sebuah gambar, sementara garis vertikal sering meggambarkan ketegasan dan stabilitas.

Untuk menunjukkan kesan dramatis, gerakan dan ketidakpastian, maka bisa menggunakan garis diagonal sebagai gantinya.

Tidak diperlukan aspek yang khusus selain perubahan posisi atau titik fokus untuk menunjukkan kesan garis-garis tersebut.

Sudut pandang yang lebih luas cenderung menunjukkan garis diagonal karena peningkat perspektif.

Dengan kamera wide-angle maka lebih leluasa dalam memiringkan kamera kesegala arah untuk mendapatkan lebih banyak pose.

Selai itu ada teknik ‘Dutch Tilt‘ untuk menunjukkan garis diagonal secara buatan.

Cukup dengan memiringkan kamera saat mengambil gambar. 

Teknik pengambilan gambar diagonal
Garis diagonal memberikan kesan gerakan yang kuat

  1. Perspektif yang diberikan oleh lensa wide-angle menciptakan garis diagonal secara otomatis
  2. Sudut pandang dari bawah membuat dengan memiringkan kamera ke atas akan memperkuat efek diagonal

#5. Garis Pemandu

masjid abudhabi
Masjid | pixabay.com

Foto yang tidak sempurna akan membuat orang yang melihat tidak tahu harus melihat  kearah mana jika tanpa titik fokus yang jelas.

Namun, dengan menggunakan garis mata orang-orang dapat dikontrol mengikuti alur gambar.

Garis-garis konvergen memberikan rasa perspektif yang kuat seperti efek tiga dimensi.

Garis lengkung dapat menuntun orang yang melihat dalam perjalanan mengelilingi frame, mengarah pada subjek utama.

Garis dapat berupa dinding, pagar, jalan, bangunan dan kabel telepon. 

Teknik Garis Pemandu
Garis dapat menjadi komposisi fotografi yang penting

#6. Hindari posisi Tengah

sandwich telur
Sandwich | pixabay.com

Biasanya ketika baru mulai memotret, maka objek akan otomatis diletakkan tepat di tengah frame.

Namun, ini akan menghasilkan gambar yang agak statis dan membosankan. Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan menggunakan Rule of Thirds. 

Rule of Thirds adalah teknik membagi gambar menjadi tiga bagian, baik secara horizontal maupun vertikal, dan mencoba menempatkan objek di salah satu garis atau persimpangan imajiner ini.

Ini adalah pendekatan yang cukup berlebihan.

Karena harus diimbangi dengan faktor yang lain seperti bidang warna atau cahaya yang kontras.

Tidak ada aturan yang baku untuk mencapai keseimbangan visual semacam ini, tetapi naluri semacam ini akan terbentuk seiring pengalaman yang bertambah.

Teknik Menghindari posisi tengah
Membuat gambar menjadi lebih menarik dengan menggeser keseimbangan

  1. Jangan terlalu fokus apa aturan ‘Rule of Thirds’ – hanya menempatkan objek di luar posisi tengah.
  2. Perhatikan elemen ‘penyeimbang’ lainnya,
  3. Garis konvergen membantu mengarahkan mata ke dalam foto.

#7. Aspek Rasio

aspek rasio fotografi
Rasio | pixabay.com

Sangat mudah untuk terjebak dalam kebiasaan dan mengambil setiap gambar dengan kamera yang dipegang secara horizontal. Cobalah membidik objek secara vertikal, menyesuaikan posisi atau pengaturan zoom saat bereksperimen dengan gaya baru.

Coba setting ke rasio 16:9 untuk efek layar lebar, atau ke bentuk persegi yang digunakan oleh kamera format menengah.

Sebenarnya belum tentu rasio horisontal atau vertikal adalah yang terbaik? Cobalah kedua-duanya!

#8. Penuhi Frame

jejak kaki
Jejak | pixabay.com

Saat memotret momen dengan skala besar, sulit untuk mengetahui seberapa besar objek harus berada dalam bingkai, dan seberapa besar tampilannya.

Bahkan, membiarkan banyak ruang kosong dalam gambar adalah kesalahan komposisi yang paling umum.

Hal ini akan membuat objek menjadi lebih kecil dari yang seharusnya, sehingga kurang enak dilihat.

Untuk menghindari masalah ini maka perlu memenuhi foto dengan menzoom objeknya, atau mendekat kepada objek yang dimaksud.

Teknik memenuhi frame
Berikan objek foto sisi keunggulan yang lebih dengan cara berikut ini,

  1. Mengisi frame membuat objek menjadi lebih besar dan mengurangi noise
  2. Objek yang lebih tinggi menciptakan komposisi yang lebih menarik

#9. Komposisi Sederhana

komposisi foto sederhana pohon
Pohon | pixabay.com

Ketika Anda melihat pemandangan dengan mata telanjang Anda, otak Anda dengan cepat mengambil subjek yang menarik.

Tetapi kamera tetap menangkap segala sesuatu di depannya, yang dapat menyebabkan gambar yang tidak rapi tanpa titik fokus yang jelas. 

Yang perlu dilakukan adalah memilih objek foto yang tepat, lalu atur fokus atau sudut pandang kamera yang membuatnya menjadi pusat perhatian dalam bingkai.

Dengan cara ini akan menunjukkan apa yang penting dalam foto.

Tidak harus selalu memasukkan banyak objek ke dalam frame, jadi cukup dijadikan sebagai bacground.

Contoh penggunaan komposisi sederhana antara lain siluet, tekstur, dan pola.

Semakin sederhana bidikan, semakin besar dampaknya

  1. Potret lebih dekat dengan objek untuk memotong bagian lain dari foto.
  2. Siluet dan bentuk yang tegas membuat objek terlihat kuat.

#10. Komposisi Foto Noise

foto bokeh bebek
Bebek | pixabay.com

Pada saat pengambilan gambar biasanya mengalami yang namanya kurangnya cahaya, hal ini mengakibatkan sensor kamera tidak bekerja maksimal sehingga muncul bintik-bintik pada foto yang disebut noise.

Kebanyakan fotografer mnghindari foto noise dengan menurukan ISO dan membesarkan Aperture bahkan menggunakan software pendukung untuk menghilangkan noise seperti NIK Software.

Namun terkadang noise dapat dikomposisikan dengan elemen yang lain untuk jenis foto tertentu, sehingga persona foto lebih tinggi.

Foto abstrak, surrealis, konseptual dan tekstur merupakan jenis foto yang menerapkan komposisi noise.

Sumber noise bisa memanfaatkan bermacam-macam elemen seperti debu atau jamur yang menempel pada lensa, reflektor atau dengan pengaturan ISO dan aperture hingga pemakaian aplikasi edit foto untuk mendapatkan noise.

#11. Langgar Semua Aturan

komposisi foto break rule
Wanita | techradar.com

Komposisi fotografi memang cukup penting untuk membuat gambar yang dapat menyampaikan pesan tertentu.

Namun, sama seperti kita kadang-kadang menggunakan tulisan (copywriting) untuk menciptakan pengaruh terhadap orang lain, hal ini juga bisa diteapkan pada foto dengan melanggar beberapa aturan komposisi dasar diatas.

Saat mengalami ketidak sengajaan dalam pengambilan foto, saat itulah pemahaman aturan komposisi akan dilanggar dengan sengaja agar foto menjadi lebih menarik.

Melanggar satu aturan bisa menjadi hal yang baik, seperti yang dilakukan John Powell pada gambar di atas.

Ingatlah: kamu bisa menghasilkan foto yang fantastis dengan melanggar beberapa aturan komposisi fotografi yang ada.


Itulah tips penggunaan teknik komposisi fotografi yang tentunya dapat kamu langgar untuk bisa menemukan gaya fotomu sendiri.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.

See you on next article . . . . 😀 

1 Shares:

Ayo Komentari Artikel Ini