mengatur waktu kebiasaan baik

Cara Membangun Kebiasaan Baik Untuk Resolusi Tahun Baru

Hampir semua orang ingin menumbuhkan kebiasaan baik bahkan lebih baik lagi dari sebelumnya. Masalahnya adalah, sangat sedikit yang ingin melakukan pekerjaan untuk membuat kebiasaan baik tersebut menjadi kenyataan.

Kita berharap kebiasaan baik terbentuk begitu saja secara ajaib, dengan bangun pagi tanpa mematikan alarm langsung bangun menuju ke tempat gym untuk berolahraga.

Kemudian sarapan dengan menu sehat dan langsung mengerjakan pekerjaan kreatif yang telah ditunda selama berbulan-bulan. Pada titik tertentu keinginan kita untuk tidak mengeluh dan berharap keluhan akan menghilang begitu saja.

Realitanya?

Kebiasaan baik tidak pernah terjadi begitu saja pada siapa pun, dan itu tidak akan pernah terjadi. Inilah yang menginspirasi kutipan terkenal Epictetus dari 2.000 tahun yang lalu:

“Berapa lama Kamu akan menunggu untuk hal terbaik bagi dirimu sendiri?”

Epictetus

Dia benar-benar bertanya seberapa lama kamu akan menunggu sampai mendapatkan yang terbaik untuk dirimu sendiri.

Kita pasti ingin lebih baik dan lebih produktif setiap harinya. seperti melakukan push-up setiap hari, menghabiskan lebih sedikit waktu menggunakan ponsel, serta ingin mengerjakan hal-hal yang telah tertunda atau kebiasaan baik lainnya.

Tentunya kita semua ingin membuat perubahan ini untuk waktu yang lama. Bagaimana kita bisa mewujudkan harapan ini menjadi kenyataan?

Untuk memulainya, kita perlu mengembangkan kebiasaan baik lagi dengan akuntabilitas yang lebih baik, dan visi yang jelas untuk kehidupan kita sehari-hari.

Inilah langkah-langkah yang bisa kita lakukan yang diambil dari beberapa pengalaman orang lain yang telah berhasil meningkatkan kebiasaan baiknya. Jika kita tidak melakukannya sekarang terus mau kapan lagi?

Berpikir Kecil dan Sangat Kecil

kebiasaan baik berfikir dari yang kecil
Photo by Glen Carrie on Unsplash

Penulis James Clear banyak berbicara tentang gagasan “kebiasaan atom” (dan memiliki buku yang sangat bagus dengan judul yang sama). Kebiasaan atom atau bisa disebut kebiasaan kecil (yang sangat kecil seperti atom) yang membuat perubahan besar dalam hidup kita.

Dia bercerita tentang bagaimana tim sepeda Inggris sepenuhnya berbalik fokus pada peningkatan 1 persen di setiap bidang kehidupannya. Kedengarannya memang remeh, tetapi terus menumpuk dan bertambah besar.

Ia menekankan pada pemikiran kecil dengan kebiasaan yang besar. Jangan berjanji pada diri sendiri bahwa kamu akan membaca lebih banyak, namun, berkomitmenlah untuk membaca satu halaman setiap harinya.

Berpikir besar itu hebat, tetapi berpikir kecil itu lebih mudah dan itulah yang harus dilakukan saat memulai. Karena begitu kamu memulainya dengan hal yang kecil, maka kamu dapat membangunnya menjadi lebih besar.

Buatlah Benda Pengingat (Totem)

benda pengingat kebiasaan baik
Photo by Ksenia Makagonova on Unsplash

Sebuah benda atau totem dapat membuat kebiasaan atau standar yang kita coba pertahankan menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar ide dan itu banyak membantu.

Penulis dan sekaligus menteri Will Bowen memiliki sistem sederhana yang membantu orang berhenti mengeluh. Dia memberi setiap anggota jemaatnya sebuah gelang ungu, dan setiap kali mereka mengeluh, mereka mengganti gelang itu dari satu pergelangan tangan ke tangan lainnya.

Metode ini sederhana dan mudah dan membuatnya mudah membuat diri kita lebih bertanggung jawab.

Susun Perlengkapanmu

meja kerja
Photo by rawpixel on Unsplash

Ketika saya memulai pekerjaan saya di meja di pagi hari, ada tiga jurnal yang saya tulis tergeletak di sana. Jika saya ingin melewatkan kebiasaan itu, saya harus mengambilnya dan menyingkirkan jurnal-jurnal tersebut.

Jadi setiap pagi saya tidak memindahkannya dan saya menulis di dalam jurnal-jurnal tersebut.

Kamu dapat menggunakan strategi yang sama, misalnya, ketika kamu ingin mulai berlari di pagi hari, letakkan sepatu, celana pendek, dan jaketmu di samping tempat tidur atau di pintu kamarmu.

Sehingga kamu mengingat apa yang harus kamu lakukan dan segera memakainya.

Menyertakan Kebiasaan Baru terhadap Kebiasaan Lama

memotret
Photo by Jakob Owens on Unsplash

Pada tahun 2018, saya terus mengatakan pada diri sendiri bahwa saya ingin berkontribusi lebih banyak ke komunitas saya.

Ketika saya mendengar tentang seseorang yang menjadi sukarelawan, saya akan berkata pada diri saya sendiri,

“Saya akan mulai melakukan itu.”

Ketika saya membaca tentang William Mac. yang membagikan banyak ide dan uang,

“Wow, saya ingin melakukan hal seperti itu.”

Dan kemudian, tentu saja, saya juga tidak melakukan banyak hal. Kemudian saya mendengarkan wawancara dengan David Sedaris, yang berbicara tentang bagaimana dia suka berjalan-jalan di dekat rumahnya.

Saya berjalan-jalan hampir setiap pagi meniru kebiasaan David Sedaris. Itu kebiasaan yang sudah mendarah daging yang merupakan bagian dari rutinitas saya.

Boom, Saya memungut sampah di jalan, ini mudah karena saya sudah memiliki usaha yang cukup berat dalam menciptakan kebiasaan pertama. Sehingga merasa sulit untuk tidak mengambil sampah.

Akankah aktivitas kecil ini menyelamatkan dunia? Tentu saja tidak. Tapi itu bisa membantu dan saya bisa mengembangkannya.

Kelilingi Dirimu Dengan Orang-orang Baik

grup berkumpul
Photo by Phil Coffman on Unsplash

“Katakan dengan siapa kamu menghabiskan waktu dan aku akan memberitahumu siapa dirimu”

Goethe

Jika kamu ingin memiliki kebiasaan yang lebih baik, maka carilah teman yang lebih baik.

Teman yang baik seperti, tidak ada yang merokok, sebagian besar berada dalam hubungan yang baik.

Sebagian besar menyelesaikan masalah mereka bersama. Kamu akan terinspirasi untuk menjadi lebih baik karena ada di sekitar mereka (dan bisa mendapatkan banyak ide bagus untuk kebiasaan dan kegiatan baik yang mereka lakukan). Kamu juga akan merasa malu jika menjadi lebih buruk.

Berkomitmen pada Tantangan

tantangan hidup
Photo by Mikito Tateisi on Unsplash

Pada tahun 2018, kami melakukan Daily Stoic Challenge pertama kami, yang merupakan 30 hari berturut-turut dari berbagai tantangan dan kegiatan berdasarkan filosofi Stoic.

Dengan membuat tanntangan kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu hal yag baik dengan konsisten selama 30 hari berturut-turut.

Itulah sebabnya kamu membutuhkan pelatih pribadi. Misalnya ketika kamu baru masuk di gym dan seorang instruktur gym memberi tahu kamu apa yang harus dilakukan, dan itu pola pelatihannya mesti berbeda setiap hariya.

Instruktur Gym menentukan apa yang harus kamu lakukan, karena menentukan kebiasaan kita sendiri, dan membuat pilihan yang tepat adalah hal yang melelahkan.

Menyerahkan hal tersebut kepada orang lain adalah cara untuk mempersempit fokus kita serta membantu mengatur apa yang harus dilakukan sehingga bisa lebih komitmen.

Buat Hal yang Menarik

memilih kebiasaan baik
Photo by JOSHUA COLEMAN on Unsplash

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saya selalu berusaha menjadi seseorang yang melakukan push-up setiap hari. Sejak Juni, saya telah melakukan setidaknya 50 push-up sehari (kadang-kadang sebanyak 100) hampir tanpa gagal.

Bagaimana?

Saya telah menggunakan aplikasi produktivitas Spar!, yang pada dasarnya adalah aplikasi paling adiktif dan bermanfaat yang pernah saya instal.

Saat ini saya dalam tantangan 50-push-up dengan sekitar dua lusin orang. Setiap hari, kami melakukan 50 push-up dan mengunggah bukti video bahwa kami telah melakukannya.

Jika kamu melewatkan satu hari, Spar! akan menagihmu sebesar 50ribu. Pada awalnya kamu melakukan tindakan harian agar kamu tidak kehilangan uang.

Namun setelah itu, ini tentang persaingan dengan orang-orang dalam grup. Kemudian beberapa hari kemudian, motivasi lain muncul: Para pemenang (orang-orang dengan kesalahan paling sedikit) mendapatkan reward dari orang lain.

Jadi, kamu akan terus melakukan kebiasaan baik karena kamu menginginkan reward. Saya telah melakukan ribuan push-up, squat, burpees, dan sit-up (dan bahkan melakukan satu tentang membersihkan mobil saya dan yang lain tentang menulis 500 kata sehari) dan dalam proses itu saya juga mendapat beberapa ratus dolar.

Kebiasaan Baik Tidak Harus Dilakukan Setiap Hari

melukis tembok
Photo by Aman Bhargava on Unsplash

Saya banyak membaca, tetapi tidak melakukannya setiap hari. Saya membaca ketika bepergian. Jika saya memaksakan diri saya untuk membaca setiap hari (atau untuk jumlah waktu tertentu atau jumlah halaman tertentu) tidak akan seproduktif atau semenyenangkan ketika membaca selama tiga hingga lima hari (di mana saya dapat menyelesaikan tiga hingga lima buku).

Tidak setiap kebiasaan baik harus menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Sprint atau batching juga bisa digunakan yang penting ada value yang kita dapatkan.

Fokus pada Diri Sendiri

fokus
Photo by Aman Bhargava on Unsplash

Salah satu alasan saya berbicara tentang menonton lebih sedikit berita dan tidak terobsesi pada hal-hal di luar kendali adalah alokasi sumber daya.

Jika pagi hari kamu down karena kamu membaca berita CNN tentang tweet-tweet Trump 2 yang konyol-konyol, kamu tidak akan memiliki energi atau motivasi untuk fokus membuat pilihan makanan yang tepat atau duduk untuk melakukan pekerjaan yang sulit.

Saya tidak menonton berita, saya tidak banyak mengecek media sosial, dan saya tidak menekankan semua yang terjadi di dunia, bukan karena saya apatis, tetapi karena ada berbagai macam perubahan yang ingin saya lakukan.

Saya hanya percaya perubahan ini dimulai dari rumah. Saya ingin mempersiapkan diri saya sebelum saya meratapi apa yang terjadi nanti. “Jika Kamu ingin meningkatkan,”

kata Epictetus,

“Puaslah untuk dianggap bodoh atau tidak mengerti tentang beberapa hal.” (Atau banyak hal.)

Tetaplah Sederhana

meminta izin orang tua mendaki gunung
wajibbaca.com | sungkem

Kebanyakan orang terlalu terobsesi dengan produktivitas dan optimalisasi. Mereka ingin mengetahui semua alat yang digunakan oleh penulis atau seniman yang sukses karena mereka pikir inilah yang membuat orang-orang ini hebat.

Pada kenyataannya, mereka hebat karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan dan mereka memiliki sesuatu yang ingin mereka katakan. Ketika saya melihat beberapa rutinitas orang dan semua hal yang mereka coba kelola, saya bergidik.

Kebiasaan mereka membutuhkan kebiasaan! Tidak heran mereka tidak membuat kemajuan. Daftar tugas saya selalu pendek. Saya ingin tujuan saya dapat dijangkau, dan saya tidak ingin terus-menerus sibuk atau kehabisan tenaga.

Inilah sebabnya mengapa konsep James Atom tentang kebiasaan atom sangat penting. Lihatlah hal-hal kecil yang membuat perbedaan besar — ​​bukan saja ini lebih mudah dikelola, tetapi hasilnya juga akan menciptakan momentum.

Bangkitlah Ketika Jatuh

bangkit
Photo by Bryan Minear on Unsplash

Jalan menuju perbaikan diri adalah berbatu-batu, dan terpeleset dan tersandung tidak bisa dihindari. Kamu akan lupa untuk melakukan push-up, kamu akan meninggalkan dietmu, atau kamu akan mengeluh dan harus mengganti gelang dari satu pergelangan tangan ke pergelangan tangan lainnya.

Tidak apa-apa. Itu tidak berarti kamu orang jahat.

Ketika tersentak dengan keadaan, jangan kehilangan ritme semangatmu.
Dengan kata lain, ketika kamu mengacau, kembalilah ke kebiasaan yang telah kamu kerjakan. Kembali ke gagasan di sini di pos ini. Jangan berhenti hanya karena kamu gagal.


Tidak ada yang memaksa kamu harus mengubah diri kamu secara ajaib pada tahun baru ini, tetapi jika kamu tidak membuat kemajuan terhadap dirimu sendiri, apa yang akan kamu lakukan? Dan, yang lebih penting, kapan kamu berencana untuk melakukannya?

Saya ulangi lagi kata-kata dari Epictetus sekali lagi, yang menulis dengan fasih tentang meningkatkn kebiasaan yang tepat. Ini adalah bagian yang sempurna untuk dibaca saat mau memulai tahun baru, semoga, bisa menjadi orang yang lebih baik.

Mulai sekarang, maka tekadkanlah untuk hidup sebagai orang dewasa yang membuat kemajuan, dan menjadikan apa pun yang menurut kamu terbaik sebagai landasan yang tidak pernah kamu tinggalkan.

Sehingga setiap kali kamu menemukan kesulitan atau kesenangan, atau dianggap tinggi atau rendah, ingatlah bahwa sekarang kamu berada di Olimpiade dunia, kamu tidak bisa menunggu lagi untuk berubah…

Sending
User Review
0 (0 votes)

One Response

  1. Farida Pane Januari 6, 2019

Ayo Komentari Artikel Ini