pengalaman masa kecil

1001 Pengalaman Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Childhood atau bisa juga dibilang pengalaman masa kecil adalah masa dimana setiap orang dewasa pasti mengalaminya. hmm… ya iya lah, udah pasti orang yang berusia diatas 17+ pasti pernah mengalami masa kecil.

Namun, setiap orang memiliki pengalaman masa kecil yang berbeda. Ada yang punya pengalaman lucu, menyenangkan dan menantang. Ada juga yang memiliki pengalaman yang sedih, menyakitkan serta memalukan untuk diingat. Diantara semua jenis pengalaman itu pasti ada momen yang tidak pernah bisa pudar dari ingatan kita atau tak terlupakan.

Dalam artikel ini saya akan membagikan pengalaman saya yang tak terlupakan yang mayoritas orang lain juga pasti pernah mengalaminya. Tentunya ini adalah episode lanjutan dari artikel sebelumnya, mungkin melenceng dikit hihi…. Bagi yang belum membacanya, kalian wajib membacanya dulu ya :D, klik aja disini -> pengalaman menulis pengalaman.

Bagi kalian yang merasa pernah mengalami masa kecil atau istilah ingglisnya childhood, pasti merasakan rasa rindu terhadap segala apa yang telah kita alami pada masa itu, atau bisa dibilang nostalgia.

Karena cerita pegalaman masa kecil sampai sekarang akan selalu terkenang.

Mungkin kalian akan terjebak nostalgia jika melanjutkan membaca artikel ini, tapi bukan terjebak nostalgianya raisa ya XD.

Yang di ceritain dalam artikel ini tuh bukan nostalgia sama mantan atau nostalgia-nostalgianya para pemabuk cinta, kalau itu mah nostalgila XD.

Jadi dalam artikel ini saya mau nostalgia tentang masa kecil saya yang mungkin kalian alami juga.

Langsung saja

Ayo Bernostalgia 😀 hihihi…

Taman Bermain

pengalaman masa kecil

pixabay.com | Pengalaman Masa Kecil

Bagi kalian yang tinggal di kota pasti sering bermain ditaman-taman kota yang indah. Penuh dengan wahana bermain dan tentu saja banyak juga yang jual mainan disana. Berbeda dengan kalian, saya adalah anak pedesaan dimana tidak ada taman semacam itu di desa, apalagi desa yang jauh dari kota.

Kebon, ya itulah nama taman yang saya dan teman-teman saya pakai untuk bermain. Tanah pekarangan kosong yang ditumbuhi beberapa pepohonan kecil seperti pohon cengkeh dan penuh dengan serangga-serangga kecil.

Ada banyak tempat seperti itu di desa saya yang bisa kami pilih sesuka hati untuk bermain. Namun, sekarang sudah jarang tempat seperti itu karena sudah berubah menjadi bangunan-bangunan rumah.

Di kebon kami bisa bermain apa saja mulai dari sepak bola, petak umpet, perang-perangan, dan lain sebagainya. Pokoknya kami bisa main apa saja dan kapan saja sepuasnya. Tentunya pas sepulang sekolah dan hari libur saja. Terkadang hujan pun kami tetap bermain sambil hujan-hujanan. Apa saja yang ada di kebon itu bisa kami jadikan mainan apa saja sesuai imajinasi kami.

Terkadang di kebon juga kami bermain sepeda dengan kondisi tanah yang bergelombang membuat ini menjadikan pengalaman masa kecil jatuh dari sepeda.

Saya mengingat semua itu serasa baru kemarin saja.

Hujan-hujanan

pengalaman masa kecil hujan-hujanan

pixabay.com | Hujan-hujanan

Air adalah mainan yang paling disukai oleh anak-anak apalagi air hujan. Bicara soal hujan saya jadi teringat saat dimana ketika hujan datang saya langsung melepas pakaian dan langsung berlarian dihalaman rumah dan main prosotan di tanah yang miring.

Terkadang hujan juga membuat seluruh teman-teman sebaya dilingkungan saya keluar dari rumah masing-masing dan bermain bola sambil hujan-hujanan.

pengalaman masa kecil hujan-hujanan

pixabay.com | main bola hujan-hujanan

Hujan memang membuat kami para anak-anak gembira, namun ada saatnya hujan menjadikan kami sebagai petaka. Ketika sedang asiknya bermain hujan tiba-tiba ayah atau ibu langsung datang menghampiri dengan raut muka yang penuh amarah.

Syukur kalau cuma dibentak, dimarahi dan disuruh pulang, seringnya sih sambil dipukul atau dijewer. Terkadang kalo kita menolak kita diseret begitu saja dari kubangan air hujan tempat kita bermain dan langsung dibawa pulang ke rumah. Itu semua dilakukan oleh orang tua kita karena mereka khawatir kalau kita menjadi sakit nantinya.

Pengalaman ini merupakan pengalaman masa kecil yang menyedihkan, tapi hal itu merupakan kenangan yang indah dan berkesan.

Explorasi Alam

Waktu kecil saya sangat suka sekali berpetualang di belantara hutan desa bersama teman-teman. Tujuan utama kami yang sebenarnya adalah mencari buah-buahan dan juga berenang disungai, mirip si bolang gitu.

pengalaman berpetualang

pixabay.com | pengalaman berpetualang

berpetualang adalah hal yang sangat menyenangkan, dengan berpetualang kita bisa menemukan banyak hal sekaligus memupuk keberanian dalam diri kita.

Pada saat kecil untuk berpetualang saya tdak terlalu banyak membawa barang dan perbekalan. Pisau belati dan jajanan saja yang menemani saya dan teman-teman untuk berpetualang. Untuk minum kami hanya mengandalkan air murni dari alam, sungai dan aliran pengairan yang begitu jernih.

Sekarang airnya sudah terlihat keruh, tidak seperti dulu lagi. Dalam perjalanan kerap kali kami menemui binatang liar seperti ular, anjing, menjangan, tupai, burung, dan serangga-serangga kecil.

Tak lupa kami memetik buah kelapa, nangka, dan durian untuk kami makan ketika sudah sampai di sungai. Seringnya sih buah kelapa yang kami dapati, buah lainnya hanya kami temui ketika musimnya saja.

Sesampainya di sungai kami bergegas lepas baju untuk segera berenang dan melakukan berbagai macam manuver lompatan di sungai.

Disela-sela berenang kadang kami juga sembari memetik jagung yang ada di persawahan disamping sungai untuk kemudian kami buat jagung bakar. Begitulah kami ketika berenang disungai di temani makan jagung bakar dan kelapa muda yang kami petik sebelumnya, sungguh pengalaman masa kecil yang tak terlupakan.

Bermain Gundu / Kelereng

pengalaman masa kecil bermain kelereng

pixabay.com | pengalaman masa kecil bermain kelereng

Hari minggu diwaktu kecil hanya diperbolehkan main sampai dzuhur, itu juga saya harus izin kepada orang tua untuk bermain.

Soalnya waktu siang harus di rumah, karena waktu siang hanya dipakai untuk makan, maka dari itu saat hendak main di waktu siang sama teman-teman pasti orang tua menyuruh anaknya buat pulang ke rumah dan makan di rumah.

Agar kami sebagai anaknya tetap sehat dan tidak sakit, ini adalah bukti kasih sayang orang tua terhadap anaknya.Setiap saya main juga pasti izin pamit dulu kepada orang tua.

Bapak dan ibu juga mengizinkan saya bermain di waktu siang, asalkan makan di rumah dan tidak lupa shalat dzuhur. pesan orang tua yang selalu ditanamkan pada saya waktu kecil.

Biasanya kalau siang saya bermain kelereng di halaman rumah teman yang luas.

Ada banyak jenis permainan kelereng, tapi yang paling sering kami mainkan, adalah ….

Ha’a,

Cara mainnya dengan menaruh sejumlah kelereng yang dijadikan taruhan, biasanya paling sedikit dua kelereng paling banyak bisa sampe puluhan.

Jumlah pemain tidak terbatas menyesuaikan kapasitas garis kotak pembatas tempat kelereng taruhan. Setiap pemain bergiliran mengenai kelereng yang berada di dalam garis kotak. Jika ada kelereng yang keluar berarti kelereng itu menjadi miliknya.

Satu pemain dengan pemain lainnya bisa saling membunuh, istilahnya kejam amat yak. Intinya kalau kelereng pemain yang digunakan sebagai kelereng tembak bisa mengenai pemain lain. Seluruh kelereng yang sudah didapatkan oleh pemain yang terbunuh langsung menjadi hak milik yang membunuhnya.

Terkadang juga sering kalah main sama teman, dalam permainan sudah terbiasa menang ataupun kalah.

Nah biasanya setiap saya bermain kelereng banyak teman yang ingin melawan saya, ngak tau kenapa? Padahal permainan saya tidak hebat-hebat amat, mungkin karena hal itu saya jadi incaran teman-teman XD.

Dulu waktu kecil permainan kelereng adalah hobi teman-teman semasa kecil, begitu banyak kenangan dalam permainan ini yang jika diceritakan mungkin bisa menjadi buku novel hahah…..

Ternyata baru tiga pengalaman masa kecil ya yang saya ceritakan padahal di judulnya ada 1001, jadi masih kurang 998 lagi ya.

Dilanjutkan kapan-kapan lagi ya :D…..

See You On Next Article………..

Ayo Komentari Artikel Ini