apa itu jodoh

Apa Itu Jodoh dan Bagaimana Kriteria Jodoh yang Baik?

Pengertian Jodoh

Apa itu jodoh ? Berbagai orang memaknainya dengan sudut pandang mereka masing-masing.

Namun secara umum, Jodoh merupakan salah satu takdir dari Allah yang masih bisa diusahakan untuk memilihnya. Lalu bagi orang yang sudah menikah apakah berarti sudah berjodoh? Bagaimana dengan orang yang sudah berumah tangga kemudian mereka bercerai?

Sebenarnya jodoh itu tidak bisa mengandalkan penafsiran satu orang saja. Allah sudah menyediakan ribuan bahkan jutaan calon jodoh untuk kita. Tinggal bagaimana kita menjemput dan memilihnya, sesuai dengan bagaimana kita hidup.

Seperti yang tertulis dalam Firman Allah, Quran Surat Annisa Ayat 1 yang berbunyi,

surat annisa ayat 1
dudung.net

Dari surat tersebut sudah jelas bahwasannya Allah menciptakan manusia yang banyak, baik itu laki-laki ataupun perempuan, sehingga kita tidak perlu takut tidak akan mendapatkan jodoh.

Sederhananya dalam hal memilih jodoh kita ibaratkan seperti memilih jalan, belok ke kanan atau ke kiri.

Di setiap pilihan jalan yang kita pilih Allah sudah menyediakan jodoh untuk kita

Ketika kita memilih untuk belok kiri, maka kita akan dipertemukan dengan jodoh di jalan tersebut. Sebaliknya ketika memilih untuk belok kanan maka kita akan dipertemukan di jalan sebelah kanan itu.

Namun tidak bisa anggap sesederhana itu, karena Allah yang menentukan segalanya. Jadi ada kemungkinan ketika kita bertemu jodoh kita di jalan sebelah kanan dan ternyata mengalami perpisahan dengan perceraian. Sehingga bisa saja Allah sudah menentukan jodoh lain untuk kita.

Maka dari itu kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya, karena ini terkait dengan ketetapan Allah yaitu Takdir. Namun asal kita tetap selalu berusaha Allah pasti akan mempertemukan jodoh kita tinggal sejauh mana kita memahami makna sebenarnya dari apa itu jodoh.

Allah Menciptakan Makhluknya Secara Berpasangan

apa itu jodoh
arrahman.id

Allah sudah menciptakan yang ada di seluruh alam semesta ini secara berpasang-pasangan, termasuk manusia. Tidak perlu dipertanyakan lagi apakah ada jodoh untuk kita, sudah pasti Allah sudah menetapkan pasangan untuk setiap manusia. Jadi jangan khawatir

Jadi jika kita memutuskan untuk menikah, maka Kita harus MENERIMA seluruh kekurangan yang ada pada pasasngan kita dan senantiasa istiqomah untuk memperbaiki diri.

Jadi ketika sudah Menikah terus bercerai? Ini bukan jodohnya salah, tapi salah orangnya.

Banyak hal yang bisa menyebabkan perceraian, namun hal yang paling berperan penting dalam perceraian adalah karena pernikahannya tidak berkah.

Kok bisa seperti itu?

Misalnya sebelum menikah pacaran dulu dan berujung ke zina.

Zina merupakan dosa besar yang menghambat datangnya rezeki dan jodoh.

Jadi pernikahan yang dimulai dengan perzinahan, maka Allah akan mencabut keberkahan dalam pernikahannya.

Maka hindarilah zina sebelum menikah termasuk pacaran. Sekali lagi perceraian itu yang salah orangnya.

Manusia itu wajib belajar itu seumur hidup bukan cuma 9 tahun. Setelah menikah jangan sampai meninggalkan ibadah, beramal saleh, rajin-rajin sedekah, belajar agama, dan lain sebagainya.

Kriteria Jodoh Yang Baik

kriteria jodoh yang baik
pixabay.com

Jodoh adalah rahasia Allah, tidak akan pernah ada yang dapat mengetahui rahasia Allah tersebut.

Satu hal yang pasti adalah Allah sudah menyiapkan jodoh yang sesuai dengan kualitas diri kita masing-masing. Seperti kata-kata pepatah yaitu “Jodoh adalah cerminan dirimu sendiri”.

Maka jika kita menginginkan jodoh yang baik, maka jadikanlah pribadi kita sebagai pribadi yang baik. Seperti Firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 26.

surat annur ayat 26
sayahafiz.com

Artinya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji pula adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).(QS An-Nuur : 26)

Ayat di atas, menjelaskan bahwa wanita yang keji akan mendapatkan laki-laki yang keji pula begitu pun sebaliknya dan wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik pula begitu pun sebalikya.

Setiap orang pastinya memiliki kriteria standar untuk memilih seorang pasangan. Mayoritas orang berpatokan pada kriteria fisik dan materi yang dimiliki orang tersebut, tanpa memandang bagaimana akhlak dan agamanya.

hSeperti yang orang jaman sekarang lakukan dalam hal cari jodoh dengan menggunakan aplikasi cari jodoh yang hanya memandang seseorang dari kriteria fisiknya saja. Namun tidak juga harus menutup diri dari perkembangan teknologi semacam itu, cuma harus lebih bijaksana dan selektif dalam menggunakan aplikasi pencarian jodoh.

Jadi alangkah lebih baiknya ketika memilih seorang pasangan atau jodoh usahakan memiliki 5 kriteria dibawah ini.

1. Soleh

doa mencari jodoh
pixabay.com

Terkait sifat soleh mungkin kebanyakan orang akan berfikir tentang pesantren, karena di pesantren hanya beribadah setiap hari.

Apakah itu yang dinamakan soleh?

Tidak benar namun tidak salah juga anggapan seperti itu, namun dari Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang memiliki makna

“Mukmin yang terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”

(H.R. Bukhari Muslim).

Jadi orang soleh adalah orang yang Mukmin, tidak hanya rajin qiamullail, baca qur’annya paling baik. Bukan maksudnya merendahkan orang yang beribadah, tapi yang dimaksudkan disini, belumlah sempurna seorang mukmin jika dia belum menjadi rahmat bagi lingkungannya.

Siapa yang tidak mau menikahi orang yang soleh, jika orang tersebut benar-benar soleh maka insya Allah rumah tangga akan sakidah mawadah dan warahmah.

Namun kembali lagi kepada diri kita, jika menginginkan orang yang soleh maka kita juga harus memperbaiki diri kita untuk bisa jadi soleh.

2. Smart (Cerdas)

kriteria jodoh yang samrt
pixabay.com

Orang cerdas bukanlah orang yang memiliki IQ diatas rata-rata, atau memiliki IP cumlaude. Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ikhya Umulludin menjelaskan bahwa orang cerdas adalah orang yang berilmu. Orang berilmu merupakan orang yang berakhlak, sehingga makin tinggi ilmu seseorang maka makin bagus akhlaknya.

Jadi cerdas merupakan suatu karakter dimana seseorang bisa mengambil keputusan dengan bijak, selain itu juga pintar menempatkan diri pada posisi ketika dia dibutuhkan dan berkontribusi secara maksimal.

Orang pintar juga akan memahami apa itu jodoh yang dimaksudkan oleh Allah, jadi dia akan selalu berusaha sekuat tenaga dalam mencarinya dan mensyukuri ketika sudah mendapatkan jodohnya.

3. Sugih (Kaya)

kriteria jodoh yang soleh
tribun-balii.com

Yang dimaksud Kaya disini bukan hanya tentang materi. Jika standar kaya hanya dari materi maka hanya segelintir orang saja yang bisa dinikahi.

Rasulullah SAW bersabda: ”Setiap umat Nabi memiliki fitnahnya. Dan fitnah umatku adalah harta”.

(HR. Bukhari)

Jadi kekayaan harta dunia bagi umat muslim adalah fitnah yang dapat mencelakakan. Maka kriteria kaya dalam hal ini bukanlah terkait harta.

Jadi Kriteria Kaya dalam memilih jodoh adalah ketika orang tersebut dalam kondisi kekurangan tapi masih bisa memberi kepada orang lain. Selain itu orang tersebut selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang disayanginya.

Karena itu orang yang kaya hatinya, akan selalu berusaha memberikan  yang terbaik yang Dia mampu untuk kita dan lebih bersyukur menerima apa yang diberikan oleh Allah serta memahami lebih dalam tentang apa itu jodoh.

4. Satia (Setia)

kriteria jodoh yang setia
pixabay.com

Setia adalah hal yang terpenting dalam rumah tangga, sehingga jika tidak ada kesetiaan maka bisa menyebabkan pecahnya bahtera rumah tangga.

Untuk memahami apa itu jodoh diperlukan yang namanya kesetiaan sehingga bisa mendapatkan kriteria jodoh yang setia.

Orang setia bukanlah orang yang selalu ada disamping kita setiap saat, namun orang yang mampu bertahan untuk mencintai kita disaat hatinya suka pada yang lain.

Penggoda pasti adanya yang berwujud dalam tiga bentuk, yaitu harta, tahta dan wanita (lawan jenis). Jadi  pertanyaannya akankah kita tergoda dan melupakan yang sesungguhnya kita cintai?

5. Sabar

kriteria jodoh yang sabar
pixabay.com

Orang muslim yang baik selalu bersyukur ketika diberi nikmat dan sabar ketika mengalami kesusahan. Sabar bukan berarti diam menerima kemalangan atau perlakuan buruk. Kesabaran juga merupakan komponen untuk menemukan apa itu jodoh.

Contohlah kesabaran Rasulullah SAW, Beliau menerima segala kepahitan hidup dan cobaan ketika berdakwah. Namun beliau tidak hanya diam saja menerimanya. Banyak sejarah Rasulullah yang menceritakan bahwa Beliau selalu berjuang tanpa henti dalam setiap kesulitannya.

Sabar merupakan keberanian mengambil resiko dan siap menerima hasil terburuk dalam setiap usahanya serta mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dialaminya.

Tidak takut mengakui kesalahan dan meminta maaf duluan, selain itu bisa memaafkan kesalahan orang yang telah menyakiti kita, itulah sabar .


Itulah lima kriteria jodoh yang baik, yang bisa dijadikan standar minimal dalam menentukan pasangan yang akan kita pilih suatu saat dan untuk memahami apa itu jodoh. Kesimpulannya kriteria jodoh yang baik itu adalah,

  • Orang lain akan merasa aman berada di dekatnya,
  • Selalu tahu cara memposisikan diri,
  • Mengusahakan yang terbaik untuk orang yang disayanginya,
  • Hanya bertahan pada satu hati,
  • Terbuka dan berani mengakui kesalahannya.

Siapa yang tidak mau memiliki pasangan dengan kriterian seperti diatas?, setiap orang pasti menginginkannya. Tapi ingatlah QS. Annur ayat 26, wanita baik hanya untuk lelaki baik.

Ayo Komentari Artikel Ini